Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2018

Senja Menyapa Rasa Mbojo

Senja Menyapa Rasa Mbojo Cahaya bersinar di ufuk Timur, yang diselimuti awan yang hingar bingar, pencerahan datang untuk setiap insan. Kehebatan cahaya memberikan kehidupan nyata bagi umat manusia, dengan hamparan sinarnya tumbuhan mulai memekar dan membesar, tubuh dengan dengan kedamaian. Diiringi lagu agin yang gemurung. Menjadikan mahluk terpenuhi oksigen dalam tubuhnya. Menjadikan hidup penuh semerbak. Untaian hujan menyirami bumi dengan tumbuh dan berkembang kehidupan, tangan terbaik mengengam pena melukiskan indahnya gambaran awan, diatas kerta langit yang membiru, membawa nilai esetetika yang begitu indah. Jarak bukan penghalang untuknya memberi peluang bagi umatnya dalam kehidupan. Disiapkan tumbuhan, hewan buat dikelola dan dijaga. Perekonomian stabil karena cinta alam. Bahagia manusia dilimpahkan kenikmatan. Menjaga hasil alam itulah yang harus dibina, sebagaimana hamparan sawah yang luas dipandang. Membuat mata terpesona, jika didalamnya tertanam biji yang nyata, mak...

Mpaa Boe Haju dipadukan dengan Mpaa Geo

Mpaa  Boe Haju dipadukan dengan Mpaa Geo   Permainan boe haju adalah permainan pukul kayu dimana permainan ini dengan pola kayu panjang satu sekitar satu meter dan kayu sang satu yang pendek sekitar satu cakar tangan, serta batu, atau batu bata untuk menyimpan kayu kecil sebelum dipukul. Contoh kayunya akan diperlihatkan di table dibawah ini:                                                                                gambar 1.1 Semua alat ini menjadi satu kesatuan yang akan dimainkan, oleh anak-anak Bima Pucuke dan sekitarnya. Permainan ini ketika ada yang kalah bias...

Permainan Ka’mpa

Permainan Ka’mpa Merupakan permainan khas anak-anak Bima walaupun permainan ini ada ditempat lain, akan tetapi permainan ini sangat kental dengan ciri khasnya kalo dimainkan oleh anak kampung di Bima, lebih khusus desa naru kampo pucuke merupakan tempat kelahiran saya, notabene kesukaan anak disana salah satu permainan itu adalah main ka,mpa. Bisa juga diartikan secara bebas yaitu permainan sembunyi kemudian ada seorang yang menjaga di salah satu tempat biasanya yang menjaga ini harus mencari orang yang bersembunyi agar ia bisa berganti kalo tidak toh dia yang akan selalu menjadi penjaga. Karena kelihaian yang bersembunyi pastinya penjaga akan tetap kena imbasnya yaitu menjaga terus menerus. Kalopun penjaga lincah maka dia tidak akan kemana mana ketika melihat temanya yang bersembunyi keluar dari tempat persembunyiannya dia akan bilang ka’mpa. Permainan ini di masyarakat bisa dimainkan secara turun temurun dari anak-anak yang dulu diwariskan kepada anak yang selanjutnya. Menarikny...

Kareku Kandei

Kareku Kandei Kareku kandei merupakan salah satu wujud syukur masyarakat bima atas limpahan rahma tuhan dalam bidang pertanian. Kareku kandei merupakan tradisi suku mbojo (Bima) dengan peran utama oleh kaum wanita, baik para gadis maupun kalangan ibu-ibu. Mereka memukul lesung (wadah padi) kosong yang terbuat dari batang pohon dengan alat pukul yang terbuat dari kayu nangka serta sebilah bambu atau dalam masyarakat Bima dikenal dengan alu atau aru. Sedangkan lesung (kandei) terbuat dari jenis kayu nangka. Karena jenis kayu ini dinilai sangat bagus dan menggema suarannya. Sedangkan kareku artinya memukul dimaknai oleh masyarakat Bima sebagai panggilan dan pemberitahuan untuk masyarakat agar segera hadir dalam kegiatan gotong royong kebiasaan dulu yaitu dikenal dengan mbaju ndiha adalah salah satu wujud kegotog royongan hidup masyarakat dalam berbagai acara upacara budaya atau kegiatan keagamaan di tengah masyarakat, keluarga, tentangga datang dengan membawa hasil-hasil pertania...

Maja labo Dahu (Malu dan Takut)

Maja labo Dahu (Malu dan Takut) Perkembangan pemikiran serta falsafah hidup masyarakat Bima tidak terlepas dari pengaruh paradigma islam. Secara historis dapat membujuk dan merayu masyarakat Bima pada masa masuk nya Islam di Bima. Memberikan andil yang cukup besar terhadap perkembangan pemahan dan keyakinan, sehingga berbalik arah seratus derajat dari sebelunya menganut Hindu-Budha menjadi masyarakat Islam yang taat. Tentu ini semua tidak terlepas dari para pemimpin Bima baik masa sultan Abdul Kahir sampai sultan Salahuddin yang menonjolkan Islam sebagai agama kebaikan dan kedamain. Keyakinan ini menjadi suatu pola pikir baru bagi masyarakt Bima yang telah taat dan tunduk pada yang maha kuasa. Dengan ketaan ini menjadikan pemikiran masyarakat untuk melahirkan suatu falsafah hidup bagi masyarakat Bima dengan sebutan Maja Labo Dahun, maja diartikan sebagai suatu prinsi harus selalu malu untuk berbuat hal-hal yang diluar batas norma susila dan dahu yang diartikan takut sebagai pr...