Langsung ke konten utama

Permainan Ka’mpa

Permainan Ka’mpa

Merupakan permainan khas anak-anak Bima walaupun permainan ini ada ditempat lain, akan tetapi permainan ini sangat kental dengan ciri khasnya kalo dimainkan oleh anak kampung di Bima, lebih khusus desa naru kampo pucuke merupakan tempat kelahiran saya, notabene kesukaan anak disana salah satu permainan itu adalah main ka,mpa. Bisa juga diartikan secara bebas yaitu permainan sembunyi kemudian ada seorang yang menjaga di salah satu tempat biasanya yang menjaga ini harus mencari orang yang bersembunyi agar ia bisa berganti kalo tidak toh dia yang akan selalu menjadi penjaga. Karena kelihaian yang bersembunyi pastinya penjaga akan tetap kena imbasnya yaitu menjaga terus menerus. Kalopun penjaga lincah maka dia tidak akan kemana mana ketika melihat temanya yang bersembunyi keluar dari tempat persembunyiannya dia akan bilang ka’mpa. Permainan ini di masyarakat bisa dimainkan secara turun temurun dari anak-anak yang dulu diwariskan kepada anak yang selanjutnya. Menariknya permainan ini adalah biasa dimainkan pas malam hari. Karena malam hari tempat persembunyian sangat banyak apa lagi kalau di Bima mayoritas menggunakan rumah panggung, maka tempat persembunyian biasanya dibawah rumah panggung, kalau tidak di atas pohon, sebelah pohon, ditembok, dll. Banyak cara yang dilakukan untuk permainan ini. saking bahagianya anak-anak Bima selalu tertawa ketika hendak melakukan ka’mpa atau sebaliknya orang yang menjaga yang melakukan itu. Permainan ini kalo dikampung saya masih dimainkan sampai saat ini oleh masyarakat masih dipertahankan akan tetapi dengan catatan tidak terlalu larut malam dimainkannya. Inilah sekelumit tentang permainan ka’mpa.
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Hidup Faidin

Sejarah Hidup Faidin, lahir di Kabupaten Bima kecematan Woha desa Tente pada 12 Maret 1994. Merupakan anak pertama dari pasangan Baharuddin dan Sri Nila Lestari. Penulis mengenyam pendidikan sejak tahun 2000, pendidikan tingkat SD Impres Pucuke diselesaikan tahun 2005-2006, SMP Negeri 1 Woha diselesaikan tahun 2008-2009, SMA Negeri 1 Woha diselesaikan tahun 2011, kemudian penulis menempuh pendidikan jenjang sarjana S1 di jurusan pendidikan sejarah universitas muhammadiyah mataram, sejak 2011 lulus tahun 2016. Adapun skripsi yang ditulis dengan judul “Efektifitas pengunaan model pembelajaran CTL untuk meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran sejarah”. pada tahun 2016 penulis masuk di Universitas Pendidikan Indonesia sebagai mahasiswa Pascasarjana S2 pada Program Studi Pendidikan Sejarah. Aktifitas selama kuliah di Universitas Pendidikan Indonesia pernah menjadi pemateri pada kegiatan Darul Arkom Dasar IMM komisariat Universitas Pendidikan Indonesia Tahun 2016, pernah j...

GANTAO VERSI-VERSIAN

GANTAO VERSI-VERSIAN Budaya merupakan suatu kebiasaan masyarakat yang memiliki nilai estetik, keyataanya budaya banyak versi budaya baik dlam tara seni, lukisa, novel, prosa, yang selalu direduksi dalam suatu komunitas budaya, ada jaga dalam sisi kepercayaan,  dimana dalam masyarakat ada suatu kepercayaan animisme dan nidamisme, yang tentu sudah melahirkan suatu bentuk budaya yang memiliki nilai reliji, yang sangat tinggi.  tapi penulis disini melihat budaya dalam kondisi seni, seni banyak orang menggangap seni adalah sesuatu yang indah, cantik, ganteng, wah. yang saya pahami seni itu tidak pada rasah kendahan melainkan dalam ranah yang lebih kompleks dimana melihat suatu budaya salah satunya Mpaa Gantao, didalamnya terdapat banyak atraksi, tentu kajiannya melihat permainan Gantao dari segala sisi, baik kegunaan gantao ini untuk apa bagi masyarakat, baik dalam ranah, sosial, ekonomi, pendidikan bahkan keagamaan. tentu harus dikaji semuanya, agar menghasilkan makna yang san...

Rimpu Bukan Hanya Simbolitas Tapi Perekat

Rimpu Bukan Hanya Simbolitas Tapi Perekat Budaya khas Mbojo yang satu ini, beberapa hari yang lalu mengemparkan DKI dan berbagai media menyorotinya, Dalam kegiatan itu berkumpul para pejabar Pemerintah, TNI, Polri dan masyarakat Mbojo, Menjadikan ajang festival Rimpu sebagai wadah perekat, simpu dan rongga yang selama ini yang tidak pernah kenal dan bertemu, Karena bukti nyata bahwa dalam kegiatan itu sangat meriah dan itulah simpu perekat. Rimpu ngajarkan kepada masyakat Mb ojo untuk menginggat kembali kebiasan baik masyarakt Mbojo yang telah ada dimasa yang lalu, kebiasaan ini adalah suatu pengejawantahan dari nilai-nilai ajaran agama Islam. Sehelai kain sarung yang ditenun dengan rapih dan gigih memberikan suatu penampilan yang anggun dan dapat menjaga harkat dan martabat, Tentu kehormatan orang yang menggunakan Rimpu menandakan adanya pagar penjaga yang kokoh tampa mampu di terobos. Nilai ajaran yang luar biasa, ini adalah suatu keharusan bahwa budaya Rimpu menjadi pere...