Patu Lopi Penge
Ai
lopi e ai penge ai Lopi Penge
Ta
loja ngengge moti ai lojae ai nggengge
Ai
lojae nggengge e moti na’e ma nggonggi
Ai
loja e ai diwira ai loja ai diwira e
Kuha
niwa wati ru wara
Artinya
Duhai
perahu duhai sampan duhai Perahu Sampan
Marilah
berlayar mengarungi lautan duhai berlayar duhai mengarungi
Duhai
berlayar mengarungi lautan lepas yang sulit ditaklukan
Duhai
berlayar duhai dihempas duhai berlayar duhai dihempas
Sarang
lebah sudah tiada
Penjelasan
Penggalan
bait kapatu Lopi Penge tersebut menceritakan kesedihan hati nelayan. Ia merasa sedih
karena tidak adanya hal yang dapat mencukupi kehidupannya. Hal itu ditekankan dengan
kalimat “kuha niwa watiru wara” yang artinya tidak ada lagi persediaan. Ia
berharap, ia dapat menemukan harapan kehidupan kelak. Walaupun lautan yang ia
tempuh sangatlah berbahaya. Melalui penggalan bait Kapatu tersebut merepresentasikan
sikap nelayan masyarakat Bima yang memiliki sikap berpendirian teguh,
bertanggung jawab, disiplin, berani dan sabar dalam berlayar. Walaupun ia mendapatkan
kesusahan dalam berlayar, ia tidak mengurungkan niatnya untuk bekerja.
Hal
tersebut tentu diharapkan pada diri masyarakat Bima sekarang dalam bekerja.
Agar masyarakat memiliki pendirian teguh dan sabar dalam bekerja untuk
memperoleh hasil yang maksimal.
Sumber:
A. Haris dan Hairun. (2021).
Representasi Karakter Perempuan Masyarakat Bima Dalam Budaya Kapatu: Kajian
Tradisi Lisan. Jurnal Ilmiah Mandala Education. Vol. 7. No. 4 Oktober 2021
p-ISSN: 2442-9511 e-ISSN: 2656-5862.
Komentar
Posting Komentar