Langsung ke konten utama

Beretos Kerja Masyarakat Bima dalam Mengerjakan Tugas

 

Patu Lopi Penge

 

Ai lopi e ai penge ai Lopi Penge

Ta loja ngengge moti ai lojae ai nggengge

Ai lojae nggengge e moti na’e ma nggonggi

Ai loja e ai diwira ai loja ai diwira e

Kuha niwa wati ru wara

 

Artinya

Duhai perahu duhai sampan duhai Perahu Sampan

Marilah berlayar mengarungi lautan duhai berlayar duhai mengarungi

Duhai berlayar mengarungi lautan lepas yang sulit ditaklukan

Duhai berlayar duhai dihempas duhai berlayar duhai dihempas

Sarang lebah sudah tiada

 

Penjelasan

Penggalan bait kapatu Lopi Penge tersebut menceritakan kesedihan hati nelayan. Ia merasa sedih karena tidak adanya hal yang dapat mencukupi kehidupannya. Hal itu ditekankan dengan kalimat “kuha niwa watiru wara” yang artinya tidak ada lagi persediaan. Ia berharap, ia dapat menemukan harapan kehidupan kelak. Walaupun lautan yang ia tempuh sangatlah berbahaya. Melalui penggalan bait Kapatu tersebut merepresentasikan sikap nelayan masyarakat Bima yang memiliki sikap berpendirian teguh, bertanggung jawab, disiplin, berani dan sabar dalam berlayar. Walaupun ia mendapatkan kesusahan dalam berlayar, ia tidak mengurungkan niatnya untuk bekerja.

 

Hal tersebut tentu diharapkan pada diri masyarakat Bima sekarang dalam bekerja. Agar masyarakat memiliki pendirian teguh dan sabar dalam bekerja untuk memperoleh hasil yang maksimal.

 

Sumber:

A. Haris dan Hairun. (2021). Representasi Karakter Perempuan Masyarakat Bima Dalam Budaya Kapatu: Kajian Tradisi Lisan. Jurnal Ilmiah Mandala Education. Vol. 7. No. 4 Oktober 2021 p-ISSN: 2442-9511 e-ISSN: 2656-5862.

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

“BUDAYA SUKU MBOJO”

MAKALAH “BUDAYA SUKU MBOJO” Dibuat Untuk memenuhi tugas mata kuliah “Sejarah Lokal Dan Pembelajaran Sejarah” di susun Oleh: Faidin 1605106 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH SEKOLAH PASCA SARJANA UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA 2017 PENDAHULUAN a.        Latar belakang Bangsa indonesia memiliki ciri khas budaya daerah yang beranekaragam dengan   ditandai adanya simbol bhineka tunggal ika yang memberikan arti sebagai lambang persatuan   secara harfiah dari kalimat   tersebut dapat di artikan “berbeda tetapi satu”. Dalam perkembangan era globalisasi yang mempengaruhi keadaan masyarakat maka budaya lokal sebagai perekat kesadaran kedaerahan.   Memiliki potensi dan peran sebagai budaya tandigan bagi dominasi budaya global yang dimitoskan sebagai sesuatu yang tidak bisa dielakkan (Fakih, 2003:5). Jadi khasanah budaya lokal dapat menjadi sumber kearifan lokal dalam menghadapi budaya global...

“Rumah Panggung Tinggal Kenangan (Bima) Suku Mbojo”

“Rumah Panggung Tinggal Kenangan (Bima) Suku Mbojo” Rumah Panggung merupakan Rumah yang dipakai oleh masayarakat Bima sebagai tempat tinggal, menjadi tempat untuk melahirkan generasi tangguh, generasi yang akrab dengan nilai gotong royong, pada bulan Juli samapai Agustus 2017. Anak muda dari perantauan pulang untuk menghilangkan rasa lelah dan letih selama didaerah rantauan, ketika diperjalanan anak muda tersebut selalu berpikir   tentang kampung halaman yang indah dan bersih, rumah panggung berjejeran, singkat cerita anak muda tersebut dengan kendaran bus antar kota atau propinsi memasuki wilayah Bima, yang ditandai oleh Tugu Kabupaten Bima, dengan semboyang (Maja Labo Dahu dan Ngahirawi Pahu), dipinggir jalan raya anak muda tersebut melihat disekelilingnya dan merasa kaget yang terluntah-luntah karena perubahan itu sangat drastis, mulai dari jalan yang dulu rusak sekarang sudah diaspal dengan baik. Dipinggirnya berjajaran pandangan Rumah dengan Arsitektur Modern atau dike...

Sejarah Hidup Faidin

Sejarah Hidup Faidin, lahir di Kabupaten Bima kecematan Woha desa Tente pada 12 Maret 1994. Merupakan anak pertama dari pasangan Baharuddin dan Sri Nila Lestari. Penulis mengenyam pendidikan sejak tahun 2000, pendidikan tingkat SD Impres Pucuke diselesaikan tahun 2005-2006, SMP Negeri 1 Woha diselesaikan tahun 2008-2009, SMA Negeri 1 Woha diselesaikan tahun 2011, kemudian penulis menempuh pendidikan jenjang sarjana S1 di jurusan pendidikan sejarah universitas muhammadiyah mataram, sejak 2011 lulus tahun 2016. Adapun skripsi yang ditulis dengan judul “Efektifitas pengunaan model pembelajaran CTL untuk meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran sejarah”. pada tahun 2016 penulis masuk di Universitas Pendidikan Indonesia sebagai mahasiswa Pascasarjana S2 pada Program Studi Pendidikan Sejarah. Aktifitas selama kuliah di Universitas Pendidikan Indonesia pernah menjadi pemateri pada kegiatan Darul Arkom Dasar IMM komisariat Universitas Pendidikan Indonesia Tahun 2016, pernah j...