Langsung ke konten utama

SULTAN MUHAMMAD SALAHUDDIN



Sultan Muhammad Salahuddin, Adalah Tokoh Pejuang Tampa Pamrih, yang sangat dibanggakan Masyarakat Bima, karena bangnya masyarakat saat ini Namanya dijadikan Nama Jalan, Masjid, Bahkan Bandara Udara Bima, semua itu bentuk dan cara Pemerintah dan masyarakat dalam mengingat perjuangan Sulta Muhammad Salahuddin.
Perjuangannya, mengigatkan kita hari ini, ketika beliau menyiapkan generasi dengan mendirikan sekolah dan bahkan memberikan beasiswa dan mengirim generasi di Bima pada waktu itu ke dunia Arab  dan pulau Jawa untuk belajar ilmu pengetahuan. Tentunya generasi itu menjadi penerus keberlanjutan bangsa Indonesia. ini adalah peran Sultan Muhammad Salahuddin untuk daerah Bima dan bangsa Indonesia.
Pada masa Itu, beliau selalu mengajarkan nilai-nilai relijius, intelektual, dan sosial. kepada generasi penerus. Sultan Muhammad Salahuddin, Adalah Tokoh yang sangat berjasa bagi tegakknya bangsa Indonesia, Tidak kenal Lelah dan tidak kenal putus asa, selalu konsisten dalam jalan perjuangan. 
Pantaslah bagi generasi Saat ini mencontohi dan memperbaharui perjuangan beliau dengan mengedepankan visi kemajuan. Sebagai Bukti Gubernur NTB saat ini Dr. Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc. yang saat ini dengan langkah pertama, menyiapkan SDM Sumber Daya Manusia dengan mengirim generasi Muda NTB Keluar Negeri untuk mengikuti kuliah baik jenjang S1, S2 dan S3. 
Tujuan Besar ini adalah menyiapkan generasi yang mampu mengantarkan NTB lebih maju dan lebih naik derajatnya terutama dalam dunia pendidikan. cita-cita besar ini harus terus didukung oleh Masyarakat NTB dan generasi penerus untuk menyiapkan diri untuk memperdalam ilmu.
"Salam pencerahan".

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Hidup Faidin

Sejarah Hidup Faidin, lahir di Kabupaten Bima kecematan Woha desa Tente pada 12 Maret 1994. Merupakan anak pertama dari pasangan Baharuddin dan Sri Nila Lestari. Penulis mengenyam pendidikan sejak tahun 2000, pendidikan tingkat SD Impres Pucuke diselesaikan tahun 2005-2006, SMP Negeri 1 Woha diselesaikan tahun 2008-2009, SMA Negeri 1 Woha diselesaikan tahun 2011, kemudian penulis menempuh pendidikan jenjang sarjana S1 di jurusan pendidikan sejarah universitas muhammadiyah mataram, sejak 2011 lulus tahun 2016. Adapun skripsi yang ditulis dengan judul “Efektifitas pengunaan model pembelajaran CTL untuk meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran sejarah”. pada tahun 2016 penulis masuk di Universitas Pendidikan Indonesia sebagai mahasiswa Pascasarjana S2 pada Program Studi Pendidikan Sejarah. Aktifitas selama kuliah di Universitas Pendidikan Indonesia pernah menjadi pemateri pada kegiatan Darul Arkom Dasar IMM komisariat Universitas Pendidikan Indonesia Tahun 2016, pernah j...

GANTAO VERSI-VERSIAN

GANTAO VERSI-VERSIAN Budaya merupakan suatu kebiasaan masyarakat yang memiliki nilai estetik, keyataanya budaya banyak versi budaya baik dlam tara seni, lukisa, novel, prosa, yang selalu direduksi dalam suatu komunitas budaya, ada jaga dalam sisi kepercayaan,  dimana dalam masyarakat ada suatu kepercayaan animisme dan nidamisme, yang tentu sudah melahirkan suatu bentuk budaya yang memiliki nilai reliji, yang sangat tinggi.  tapi penulis disini melihat budaya dalam kondisi seni, seni banyak orang menggangap seni adalah sesuatu yang indah, cantik, ganteng, wah. yang saya pahami seni itu tidak pada rasah kendahan melainkan dalam ranah yang lebih kompleks dimana melihat suatu budaya salah satunya Mpaa Gantao, didalamnya terdapat banyak atraksi, tentu kajiannya melihat permainan Gantao dari segala sisi, baik kegunaan gantao ini untuk apa bagi masyarakat, baik dalam ranah, sosial, ekonomi, pendidikan bahkan keagamaan. tentu harus dikaji semuanya, agar menghasilkan makna yang san...

Rimpu Bukan Hanya Simbolitas Tapi Perekat

Rimpu Bukan Hanya Simbolitas Tapi Perekat Budaya khas Mbojo yang satu ini, beberapa hari yang lalu mengemparkan DKI dan berbagai media menyorotinya, Dalam kegiatan itu berkumpul para pejabar Pemerintah, TNI, Polri dan masyarakat Mbojo, Menjadikan ajang festival Rimpu sebagai wadah perekat, simpu dan rongga yang selama ini yang tidak pernah kenal dan bertemu, Karena bukti nyata bahwa dalam kegiatan itu sangat meriah dan itulah simpu perekat. Rimpu ngajarkan kepada masyakat Mb ojo untuk menginggat kembali kebiasan baik masyarakt Mbojo yang telah ada dimasa yang lalu, kebiasaan ini adalah suatu pengejawantahan dari nilai-nilai ajaran agama Islam. Sehelai kain sarung yang ditenun dengan rapih dan gigih memberikan suatu penampilan yang anggun dan dapat menjaga harkat dan martabat, Tentu kehormatan orang yang menggunakan Rimpu menandakan adanya pagar penjaga yang kokoh tampa mampu di terobos. Nilai ajaran yang luar biasa, ini adalah suatu keharusan bahwa budaya Rimpu menjadi pere...