Patu Lopi Penge Ai lopi e ai penge ai Lopi Penge Ta loja ngengge moti ai lojae ai nggengge Ai lojae nggengge e moti na’e ma nggonggi Ai loja e ai diwira ai loja ai diwira e Kuha niwa wati ru wara Artinya Duhai perahu duhai sampan duhai Perahu Sampan Marilah berlayar mengarungi lautan duhai berlayar duhai mengarungi Duhai berlayar mengarungi lautan lepas yang sulit ditaklukan Duhai berlayar duhai dihempas duhai berlayar duhai dihempas Sarang lebah sudah tiada Penjelasan Penggalan bait kapatu Lopi Penge tersebut menceritakan kesedihan hati nelayan. Ia merasa sedih karena tidak adanya hal yang dapat mencukupi kehidupannya. Hal itu ditekankan dengan kalimat “kuha niwa watiru wara” yang artinya tidak ada lagi persediaan. Ia berharap, ia dapat menemukan harapan kehidupan kelak. Walaupun lautan yang ia tempuh sangatlah berbahaya. Melalui penggalan bait Kapatu tersebut merepresentasikan sikap nelayan masyarakat Bima yang memiliki sikap...
Sultan Muhammad Salahuddin, Adalah Tokoh Pejuang Tampa Pamrih, yang sangat dibanggakan Masyarakat Bima, karena bangnya masyarakat saat ini Namanya dijadikan Nama Jalan, Masjid, Bahkan Bandara Udara Bima, semua itu bentuk dan cara Pemerintah dan masyarakat dalam mengingat perjuangan Sulta Muhammad Salahuddin. Perjuangannya, mengigatkan kita hari ini, ketika beliau menyiapkan generasi dengan mendirikan sekolah dan bahkan memberikan beasiswa dan mengirim generasi di Bima pada waktu itu ke dunia Arab dan pulau Jawa untuk belajar ilmu pengetahuan. Tentunya generasi itu menjadi penerus keberlanjutan bangsa Indonesia. ini adalah peran Sultan Muhammad Salahuddin untuk daerah Bima dan bangsa Indonesia. Pada masa Itu, beliau selalu mengajarkan nilai-nilai relijius, intelektual, dan sosial. kepada generasi penerus. Sultan Muhammad Salahuddin, Adalah Tokoh yang sangat berjasa bagi tegakknya bangsa Indonesia, Tidak kenal Lelah dan tidak kenal putus asa, selalu konsisten dalam jalan per...